MAHASISWA : KREASI INOVASI

Yuk jawab pertanyaan UTS dulu.

Pertanyaan pertama itu disuruh identifikasi dan jelasin peluang, prospek, dan kesempatan-kesempatan bagi para mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi.

Pertama-tama – peluang, prospek, kesempatan – apa sih bedanya? Kalau menurut saya, peluang itu bisa datang kapan saja, tapi kalau kesempatan tergantung dari diri kita sendiri, yaitu berdasarkan kemauan dan kemampuan. Itu menurut saya aja sih..
Oke. Peluang atau kesempatan mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi. Sebenarnya hal itu dapat terjadi dimana saja. Di setiap lokasi dan lingkungan yang kita tempati, pasti akan berpengaruh kepada kreatifitas kita masing-masing. Setiap tempat pasti berbeda tentunya.

Misalnya, untuk mahasiswa yang kutu buku, yang kerjanya hanya menghabiskan waktunya di kampus. Mereka pasti lebih banyak menyerap ilmu yang diberikan dari kampus daripada mahasiswa lainnya, ya kan? Sehingga, kreatifitas dan inovasi anak-anak kutu buku itu akan berkutat sekitar ilmu akademis. Misalnya, menggabungkan ilmu-ilmu yang sudah dia terima dari semua dosen, yang kemudian dapat menghasilkan suatu penemuan baru mungkin? Yaa contohnya, anak yang sukanya ‘ngurung diri’ di laboratorium, kerjaannya bereksperimen terus sama ramuan, dia akan berinovasi dengan ilmu-ilmu yang udah dia milikin, terus berhasil bikin obat yang belum pernah ditemuin sebelumnya. Itu termasuk kreasi dan inovasi juga kan?

Contoh lingkungan lain, untuk mahasiswa yang juga suka menghabiskan waktu di kampus, tapi bukan di bidang akademik. Di bidang organisasi misalnya. Dari lingkungan dan pengalaman organisasi yang dia dapet itu, dia nantinya bisa berinovasi dengan membuat suatu badan yang belum pernah ada sebelumnya mungkin.

Atau untuk mahasiswa yang lebih suka bergaul di dunia luar kampus. Atau kasarnya bisa dibilang pemalas, tidak begitu suka menghabiskan waktu di area kampus. Yang berakibat dia lebih menghabiskan waktunya dengan teman-teman bermainnya. Tetapi mengakibatkan dirinya jadi memiliki pergaulan yang luas. Dan misalnya anak ini ternyata lebih tertarik dengan art. Maka bisa saja walaupun dia tidak baik di kampus, tapi dia bisa aktif berkreasi dengan membuat inovasi musik yang belum pernah ada sebelumnya mungkin, dengan memanfaatkan link yang ia miliki tersebut.

Jadi menurut saya, setiap lingkungan dan pergaulan pasti memiliki peluang atau kesempatan untuk berkreasi dan berinovasi, namun berbeda-beda dampaknya. Karena setiap tindakan dan pilihan pasti memiliki nilai positif dan negatifnya.

Hm. Masalah. Sama seperti pernyataan sebelumnya, setiap lingkungan pasti memiliki dampak yang berbeda, maka setiap lingkungan atau pilihan pasti memiliki masalah yang berbeda juga.
Tapi kali ini beda pembahasannya. Lalu apa dong maksud masalahnya? Pertanyaannya itu, masalah apa yang menghambat para mahasiswa untuk menjadi kreatif dan inovatif?
Jadi… memang ada benarnya yang saya katakana sebelumnya di atas, tentang setiap lingkungan mahasiswa pasti memiliki pengaruh kreatifitas. Tapi……kembali lagi ke diri mahasiswa itu sendiri. Apakah mereka sadar terhadap lingkungan? Sadar terhadap keadaan? Sadar terhadap peluang.
Seperti yang saya sebutkan di atas, peluang itu memang datang kapan saja. Di setiap lingkungan yang berbeda, peluang senantiasa menampilkan dirinya untuk dijamah oleh penghuninya. Tapi, apakah penghuni tersebut (baca : mahasiswa), menyadari peluang tersebut? Percuma saja kalau peluang itu tidak disadari, tidak diproses, dan tidak diolah. Peluang namun tanpa kemauan atau kemampuan, berarti tidak ada yang namanya kesempatan, berarti kosong, berarti tidak ada yang namanya kreasi atau inovasi.

Jadi, selain kita sebagai mahasiswa harus jauh dari kemalasan, kita juga harus aware dengan peluang yang ada. Kesempatan itu hadir berdasarkan diri kita sendiri. Jadi inti dari semuanya, prospek mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi itu berawal dari diri masing-masing orang. Niat merupakan dasar untuk segala hal. Oh ya, satu lagi, untuk memulai sesuatu, harus dengan kepercayaan diri yang baik tentunya.

Hanya se-simple itu, menurut saya.

Setiap masalah pasti ada solusinya bukan? Betul! Jadi apa solusi untuk menyadarkan para mahasiswa agar peduli dan sadar akan peluang yang mereka miliki? Tentunya dengan saling share satu sama lain, agar ada yang saling mengingatkan satu sama lain. Selain itu, harus sering-sering mencari tahu informasi dan bertukar pendapat dengan orang yang sudah lebih berpengalaman. Yang terpenting juga sebenarnya adalah kepercayaan diri. Bagaimana dong cara melatih kepercayaan diri? Hm.. Saya termasuk orang yang krisis kepercayaan diri sebenarnya he he Kalau kata orang sih, latihan berkomunikasi aja terus, lama-lama akan terlatih. Yang terakhir adalah dengan menghindari sejauh-jauhnya aura atau dampak buruk seperti kemalasan dan semacamnya. Karena, kembali lagi, walaupun peluang sudah ada, dan orang itu menyadari adanya peluang, namun jika ia tidak ada greget atau niatan untuk bergerak, sama aja bohong dong. Jadi hilang deh kesempatan, jadi miss deh kreasi yang seharusnya bisa tercipta.

Udah deh, gagal deh, bubar deh, nol deh.

Level Kreatif

Kreatifitas Level 1 : yang tidak ada menjadi ada

Kreatifitas Level 2 : kreatif komunikasi

Kreatifitas Level 3 : kreatif instrumental
(menciptakan benda/alat)

Kreatifitas Level 4 : kreatif orientasional

(menciptakan sesuatu yang sudah ada yang tadinya kurang bermanfaat menjadi bermanfaat)

Kreatifitas Level 5 : kreatif inovasional

(yang menghasilkan kreatifitas baru)

Sekarang sudah semakin banyak produk-produk yang inovasional, orientasional, instrumental, maupun yang belum ada menjadi ada. Menurut saya, yang menarik saat ini adalah kreatifitas level 2, yaitu kreatif komunikasi. Selain lebih mudah dibuat dan akan lebih banyak macamnya, saya juga lebih senang melihat atau mendengarnya karena bersifat spontan.

4 Tipe Inovatif:

  1. Inovasi Teknologi
  2. Inovasi Proses
  3. Inovasi Produk dan Jasa
  4. Inovasi Model Bisnis.

Inovasi proses nampaknya paling penting karena dapat mencakup semuanya. Dan sepertinya saya juga melakukan inovasi proses di keseharian saya, karena saya adalah orang yang lebih menghargai proses he he he

“The World is Flat”

Yang saya tangkap dengan teori ini adalah bahwa apabila kita menyadari perubahan yang terjadi di lingkungan kita dengan cepat, maka kita akan menjadi bangsa yang terpuruk dan akan mengalami kehancuran.

Menurut saya, para mahasiswa dan para tokoh penggerak/yang berperan untuk negara wajib tau mengenai teori ini. Perlu didalami untuk orang yang tugasnya memutuskan pilihan, agar tidak gegabah dalam memutuskan segala sesuatu dan dalam memilih keputusan. Perlu proses untuk segala hal. Tidak ada yang instant.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: