Bapak Rahardjo Punya Cerita

Kelas Creative & Innovation kali ini kedatangan tamu dari bidang digital business. Ia merupakan seorang dosen Teknik Elektro ITB dan entrepreneur yang sangat berpengaruh dalam teknologi digital di Indonesia.

Tentu di dunia digital business itu beliau punya banyak pengalaman, bukan?

Apa aja sih pengalaman yang beliau miliki? Apa sih yang bikin dia sukses?

Usut punya usut, begini lah ceritanya ..

 

Menurut dia, ia berhasil sukses seperti sekarang ini berkat teori globalisasi 3.3, teori yang ia buat sendiri juga nampaknya.

Ia menjabarkan globalisasi 3.3 itu dengan 3 versi.

Version 1.0 :

Di saat masyarakat hanya mementingkan kewarganegaraan. Hal ini terjadi pada zaman dahulu.

Version 2.0 :

Saat dimana multinational companies hanya mementingkan nama baik perusahaan mereka sendiri. Hal ini terjadi akibat globalisasi.

dan..

Version 3.3 :

Merupakan version 3.0 yang telah diimprovisasi. Hal ini terjadi dimana kita menjadi diri kita sendiri sudah merupakan hal yang paling penting, bukan berdasarkan status atau materi yang telah dimiliki. Ditunjukan dengan bagaimana kita membawa diri dan menampilkan pribadi sesungguhnya yang kita miliki.

 

Seperti yang saya sebutkan di atas, ia merupakan seseorang yang sangat berpengaruh dalam dunia teknologi digital di Indonesia. Memangnya apa sih sebenarnya profesinya? Ternyata dia adalah seorang……….HACKER! Oops! Hacker yang baik tentunya. Pak Budi membatu mencari tindakan kriminal yang terjadi melalui internet. Ia tidak pernah melamar pekerjaan lho selama hidupnya. Tetapi pekerjaan selalu saja menghampirinya. Menyenangkan sekali ya hidupnya….

 

Di tengah-tengah obrolannya di kelas, Pak Budi bercerita tentang perubahan analog menjadi digital. Akibat perkembangan era yang membuat segalanya menjadi lebih canggih, membuat segalanya dapat diakses lebih mudah. Memang banyak kelebihannya, namun ternyata terdapat pula kerugian akibat perkembangan ini. Data-data menjadi lebih mudah didapatkan, dan data digital dapat direproduksi dengan kualitas seperti aslinya dengan mudah. Hal ini dapat berdampak buruk apabila diakses oleh orang-orang yang salah, seperti hacker. Orisinil dari barangpun juga berkurang.

Lagipula kualitas data analog lebih bagus disbanding dengan data digital. Jadi menurut saya ya tidak ada salahnya apabila kita kembali atau mempertahankan analog.

 

Selain itu ada pernyataan bapak Budi Rahardjo yang sangat menginspirasi saya. Ia mengatakan bahwa menurutnya uang yang hilang pasti dapat dicari kembali, tetapi tidak untuk waktu, waktu tidak dapat kembali. Maka, lebih baik kehilangan uang daripada kehilangan waktu.

Pernyataan tersebut membangkitkan saya untuk jangan mudah putus asa apabila mengalami kegagalan. Harus tetap bergerak, bersemangat. Karena waktu yang kita jalani tidak akan terulang kembali, maka harus digunakan sebaik mungkin.

 

Bapak Budi Rahardjo melakukan pekerjaan sesuai passion-nya. Sehingga ia bekerja sungguh-sungguh dari hati dan ikhlas menjalakannya, maka hasilnya pun juga maksimal.

Hal tersebutlah yang memang harus kita lakukan dalam menjalani segala sesuatu. Apabila yang kita lakukan tidak berasal dari hati, tidak ikhlas, dan membuat kita menjadi tidak sungguh-sungguh dalam menjalankannya, tidak jarang kita akan mengalami kegagalan.

 

Segitu aja yah ceritanya. Terima kasih 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: